Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur, Akuratkah Untuk Menghitung Masa Subur, Begini Faktanya!

Di era digital seperti saat ini, banyak aplikasi yang menyediakan perhitungan masa subur dengan kalkulator masa subur online. Pada dasarnya alat ini dapat memprediksi waktu ovulasi dan masa subur pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur. Dengan mengetahui waktu ovulasi maka anda dapat memprediksi kapan masa subur terjadi. Cara ini pastinya membantu wanita dalam mengatur waktu berhubungan seksual atau yang sedang menjalani program hamil. Lalu apa saja fakta terkait dengan cara perhitungan ini? Yuk, kita simak ulasannya.

 

Cara Kerja

 Sebagian besar alat yang digunakan untuk menghitung masa subur akan menanyakan hari pertama menstruasi terakhir dan panjang rata-rata siklus menstruasi. Umumnya, siklus menstruasi berlangsung antara 21 hari hingga 35 hari, atau rata-ratanya adalah 28 hari. Setelah itu, akan ditentukan fase luteal, yaitu waktu antara ovulasi dan hari pertama haid, kurang lebih selama 14 hari. Sehingga perkiraan masa subur dan mungkin terjadi ovulasi apabila anda mengalami siklus rata-rata selama 30 hari adalah pada hari ke 12, 13, 14, atau 15 dari siklus haid.

 

Keakuratan

Sebagai alat hitung, pastinya hasil yang disajikan belum tentu 100 persen akurat, karena menggunakan basis waktu rata-rata. Namun cara ini banyak digunakan bukan untuk menentukan tanggal spesifik, melainkan untuk melihat rentang waktu yang luas dan bagus.

Tapi anda tidak perlu khawatir, ada hal yang bisa membuat hasil perhitungan anda cukup akurat. Anda perlu mencatat siklus haid selama kurang lebih 3 sampai 6 bulan. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai siklus haid anda, apakah teratur atau tidak.

Apabila anda memiliki siklus menstruasi yang teratur maka hasil perhitungannya bisa cukup akurat. Namun jika tidak teratur, perhitungan tetap menunjukkan prediksi waktu ovulasi dan masa subur anda. Sebuah penelitian mengatakan bahwa pada wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur, hasil akurasinya hanya sekitar 20 persen.

 

Fungsi

Tidak sedikit orang yang memanfaatkan perhitungan masa subur ini sebagai KB alami. Dengan mengetahui kapan masa subur atau waktu ovulasi, wanita dapat menghindari berhubungan seksual supaya tidak hamil.

Selain untuk mengetahui masa subur, alat ini juga secara tidak langsung dapat dipakai untuk mendeteksi adanya gangguan kesuburan. Apabila anda mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur (lebih dari 35 hari), bisa jadi anda mengalami sindrom polikistik ovarium (PCOS). Sindrom ini disebabkan karena tidak seimbangnya hormon di dalam tubuh sehingga mengganggu siklus menstruasi.

Sebaliknya, jika anda mengalami siklus menstruasi kurang dari 21 hari, bisa jadi ada gangguan hormon FSH (follicle stimulating hormone), adanya penurunan berat badan yang drastis, atau bahkan gangguan mental atau depresi. Apabila anda sering mengalami siklus haid tidak teratur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui masalah kesuburan yang mungkin anda alami.

Secara garis besar, kalkulator masa subur merupakan sebuah alat bantu yang dapat memahami sistem kerja tubuh, terutama agar menjadi sehat. Tidak hanya penting untuk mengetahui masa subur atau waktu ovulasi, alat ini juga dapat berfungsi untuk mengetahui gejala-gejala ovulasi atau masalah kesuburan yang mungkin anda alami. Penting pula untuk memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh selama masa subur, seperti perubahan suhu tubuh basal, kram perut, nyeri payudara, bercak ringan pada vagina, perut kembung atau dorongan seksual yang meningkat. Ini bermanfaat bagi anda yang sedang menjalani program kehamilan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *